Warga Pringadhynesia

Tuesday, May 12, 2020

Lirik dan Terjemahan Bahasa Inggris Lagu PUAN KELANA - Silampukau

Kau putar sekali lagi Champs-Elysees
You play Champs-Elysees once more time
Lidah kita bertaut ala Francis
Our tongues linked like French style
Langit sungguh jingga itu sore
The sky was really orange that afternoon
dan kau masih milikku
And you were still mine

kita tak pernah suka air mata
We never like tears
Berangkatlah sendiri ke Djuanda
Just go alone to Djuanda
Tiap kali langit meremang jingga
Every time the sky bristling orange
Aku kan merindukanmu
I'll miss you

Ah, kau puan kelana
Ah, you wandering girl
mengapa mesti Ke sana ?
Why did you have to go there ?
Jauh-jauh puan kembara
Far away you wander
Sedang dunia punya duka yang sama
While the world has the same wound

Mari puan kelana
Come on, Wandering Girl
Jangan tinggalkan hamba
Don't leave me alone
Oh hujan sama menakjubkannya
Rain is just amazing
di Paris atau di tiap sudut Surabaya
In Paris or in every corner of Surabaya

Rene Decartes, Molliere dan Maupassant
Rene Decartes, Molliere and Maupassant
Kau penuhi kepalaku yang kosong
You fill my empty head
Dan Perancis membuat kita sombong
And France makes us arrogant
Saat kau masih milikku
When you were still mine

Kita tetap membenci air mata
We're still hate tears
Tiada kabar tiada berita
There is no news, no information
Meski senja tak selalu nampak jingga
Although dusk doesn't always look orange
Aku tetap merindukanmu
I keep missing you

Ah, kau puan kelana
Ah, you wandering around
Mengapa mesti kesana ?
Why did you have to go there?
Jauh-jauh puan kembara
Far away you wander
Sedang dunia punya luka yang sama
While the world has the same wound

Mari puan kelana
Come on, Girl
Jangan tinggalkan hamba
Don't leave me alone
toh anggur sama memabukannya.
After all, wine is just intoxicating
entah Merlot entah Tjap Orang Tua
Either Merlot or Tjap Orang Tua

Aih, Puan kelana
Gosh, wandering Girl
mengapa mesti kesana ?
Why did you have to go there?
Paris pun penuh marabahaya
Paris is also full of distress
dan duka nestapa
And sorrow
seperti Surabaya
Like Surabaya

No comments:

Post a Comment